×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Disetujui DPR, Ini Postur APBN 2022

Kamis, 30 September 2021, 15:32 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Disetujui DPR, Ini Postur APBN 2022

Ilustrasi. (liputan6.com).

Infoanggaran.com, Jakarta – DPR RI secara resmi menyetujui RUU APBN 2022 disahkan menjadi Undang-undang. Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022, Kamis (30/9/2021).

“Apakah RUU tentang APBN tahun anggaran 2022 dapat disetujui menjadi Undang-undang?," tanya Ketua DPR Puan Maharani, lalu seluruh anggota legislatif menjawab “setuju” secara kompak.

Dalam postur APBN 2022, pemerintah dan DPR menyepakati bahwa pendapatan negara Rp1.846,14 triliun, belanja negara Rp2.714,16 triliun, dan defisit anggaran Rp868 triliun. 

Lebih rinci, target pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan Rp1.510 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp335,56 triliun, dan penerimaan hibah Rp579,9 miliar.

Target pendapatan tersebut lebih besar Rp5,4 triliun dari usulan awal pemerintah. Target penerimaan perpajakan naik Rp3 triliun yang ditopang target kenaikan penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan barang mewah (PPnBM), serta penerimaan bea keluar.

Target PNBP juga mengalami peningkatan sebesar Rp2,4 triliun. Kenaikan target PNBP tahun depan bersumber dari PNBP kekayaan negara yang dipisahkan serta PNBP lainnya.

Lalu, belanja negara pada 2022 sebesar Rp 2.714,1 triliun terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp1.944,5 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp769,61 triliun.

Pagu anggaran belanja negara itu mengalami peningkatan sebesar Rp5,47 triliun dari usulan sebelumnya. Rinciannya, belanja pemerintah pusat naik Rp6,2 triliun dan TKDD mengalami pengurangan sekitar Rp800 miliar.

Sementara, defisit anggaran yang dipatok sebesar Rp868 triliun mendapai 4,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tahun depan, PDB diperkirakan mencapai Rp17.897 triliun.

Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

Di samping postur APBN, DPR juga turut menyepakati asumsi dasar ekonomi makro pada 2022 mendatang. Salah satunya terkait pertumbuhan ekonomi.

Tahun depan, pertumbuhan ekonomi dipatok sebesar 5,2 persen. Target ini tidak lepas dipengaruhi oleh realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 yang mencapai 7,2 persen.

Optimisme proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 4,5 persen sepanjang 2021 juga menjadi modal kuat bahwa pemerintah mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada tahun depan.

Asumsi dasar ekonomi makro juga menetapkan inflasi 3 persen, nilai tukar rupiah Rp14.350 per dolar AS, tingkat suku bunga surat utang negara (SUN) 10 tahun 6,82 persen.

Lalu, harga minyak mentah Indonesia 63 dolar AS per barel, lifting minyak bumi 703 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi 1.036 ribu barel setara minyak per hari.

Adapun target pembangunan yang disepakati adalah tingkat pengangguran terbuka 5,5 persen - 6,3 persen, tingkat kemiskinan 8,5 – 9 persen, gini rasio 0,376 - 0,378, indeks pembangunan manusia 73,41 - 73,46, nilai tukar petani 103-105, serta nilai tukar nelayan 104-106.

Tagar. #APBN 2022 #belanja negara #pendapatan negara #dpr

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19