×
Senin, 26 Oktober 2020
loading content

Dikritik Soal Anggaran Covid-19 2021, Ini Jawaban Stafsus Menkeu

Sabtu, 19 September 2020, 15:06 WIB
Penulis: Jimmy Radjah
Editor: Jimmy Radjah

Dikritik Soal Anggaran Covid-19 2021, Ini Jawaban Stafsus Menkeu

Staf Khusus Mentei Keuangan Yustinus Prastowo (Foto: medcom.id)

Infoanggaran.com, Jakarta - Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengapresiasi kritik yang dilontarkan ekonom Faisal  Basri soal menurunnya anggaran penanganan pandemi COVID-19 dalam RAPBN 2021. Namun dia menegaskan bahwa penyusunan RAPBN 2021 memiliki pijakan kuat.

"Sekali lagi, terima kasih atas masukan dan kritik Bang FS (Faisal Basri). RAPBN 2021 tidak disusun di ruang hampa, ada pijakan," katanya melalui akun twitter @prastow di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Yustinus tidak menampik pendapat Faisal Basri tentang alokasi anggaran infrastruktur dalam RAPBN 2021 yang naik dari Rp281,1 triliun menjadi Rp414 triliun. Begitu pula dengan anggaran kesehatan yang turun dari Rp87,5 triliun menjadi Rp25,4 triliun.

Sebelumnya, ekonom Faisal Basri mengkritik penyusunan anggaran 2021 yang dinilai masih berpatokan pada keadaan normal (business as usual). Salah satunya, anggaran kesehatan yang menurun dan lebih rendah dibandingkan anggaran infrastruktur.

"Coba lihat APBN 2021. Itu (anggaran) pembangunan infrastruktur naik dari 280'an triliun ke 400'an triliun, anggaran kesehatan turun, seolah-olah (pandemi Covid-19) ini sudah selesai semua," kata Faisal.

Yustinus menjelaskan, naik-turun alokasi fiskal itu dari perspektif penyusunan anggaran. Anggaran kesehatan secara nominal memang turun dari Rp212,5 triliun menjadi Rp169,5 triliun sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Alokasi anggaran itu, imbuhnya, setara  6,2 persen produk domestik bruto (PDB) atau berada di atas mandat UU sebesar lima persen.

Anggaran yang turun, kata dia, adalah alokasi belanja kesehatan non kementerian dan lembaga. Sedangkan anggaran Kementerian Kesehatan naik dari Rp78,5 triliun jadi Rp84 triliun tahun 2021.

"Apa maknanya? Cukup jelas. Keberpihakan semakin kuat, tercermin anggaran rutin Kemenkes RI 2021 naik. Tapi kok anggaran kesehatan turun? iya, alokasi stimulus turun seiring telah tersedianya banyak sarana/prasarana kesehatan di 2020 yang tetap dapat digunakan di 2021," katanya.

 

Tidak Abai

Yustinus memastikan pemerintah tidak abai dalam penanganan COVID-19 dan dampaknya. Ini terlihat dari anggaran kesehatan 2021 yang dialokasikan untuk peningkatan/pemerataan sisi pasokan dan pengadaan vaksin. ??????Selain itu, ada anggaran untuk nutrisi ibu hamil dan menyusui/balita, penanganan penyakit menular, dan akselerasi jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas).

Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran penguatan pencegahan, deteksi, dan respons penyakit, serta sistem kesehatan terintegrasi.

Dalam RAPBN 2021, pemerintah memberikan dukungan Rp48,8 triliun untuk peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN). Kemudian, sebesar Rp2,4 triliun untuk bantuan iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Kelas III JKN sebagai komitmen memperluas cakupan pelayanan penerima manfaat BPJS Kesehatan.

Sementara itu, terkait COVID-19, pemerintah tetap fokus pada kesehatan dibuktikan dengan alokasi Rp18 triliun untuk pengadaan vaksin dan sararana prasarana lain.

Kabar baiknya, kata dia, industri kesehatan dalam negeri juga berkembang karena semakin banyak produsen Alat Pelindung Diri (APD), masker, ventilator, sanitizer, obat-obatan, dengan impor dibatasi.

Di lain pihak, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu terus melakukan pengawasan dan evaluasi kebijakan perdagangan dengan fokus mendukung tumbuhnya industri dalam negeri sesuai pengalaman pandemi ini.

Sedangkan terkait anggaran infrastruktur tahun 2021 yang naik tajam, menurut Yustinus hal itu disebabkan banyak program yang tertunda dan fokus 2021. Salah satunya kebutuhan infrastruktur digital sebesar Rp30,5 triliun.

 

Tagar. #kemenkeu #rapbn 2021 #anggaran covid-19 #Faisal Basri #Yustinus Prastowo

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Oktober 2020, 15:31 WIB

Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran

Realisasi anggaran Kemensos mencapai sebesar Rp112,6 triliun atau 84 persen dari total pagu Rp134 triliun.

selengkapnya
Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran
Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN

Jumat, 23 Oktober 2020, 12:22 WIB

Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN