×
×
Kamis, 09 Desember 2021
OBS 2019
loading content

Digitalisasi UMKM Semakin Mendesak

Selasa, 06 Juli 2021, 13:50 WIB
Penulis: Redaksi
Editor: Jimmy Radjah

Digitalisasi UMKM Semakin Mendesak

Ilustrasi (Foto: BannerView.com)

Infoanggaran.com, Jakarta  Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai semakin mendesak dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

"Program digitalisasi yang bersifat jangka panjang dan berkesinambungan harus menjadi fokus dari pemerintah. Penting bagi pemerintah untuk memastikan UMKM dapat bertahan selama masa PPKM darurat dan setelahnya," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Noor Halimah Anjani, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, PPKM darurat berpeluang besar meningkatkan tren transaksi ekonomi digital, sehingga peluang ini perlu dimanfaatkan oleh UMKM untuk beroperasi secara digital.

Apalagi, hingga saat ini jumlah UMKM yang sudah sudah terhubung dengan digital masih sedikit. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, baru 16 persen dari 64 juta UMKM di Indonesia yang sudah terhubung dalam ekosistem ekonomi digital.

Selain itu, penelitian yang dilakukan Danareksa Research Institute juga memperlihatkan ada kesenjangan digital antara UMKM yang mulai mengadopsi digitalisasi di masa pandemi.

"Sebanyak 41 persen dari mereka yang mulai menggunakan platform digital berada di wilayah DKI Jakarta. Sementara di luar Pulau Jawa pengguna platform digital baru mencapai 16 persen," katanya.

Menurut Halimah, rendahnya adopsi teknologi digital pada UMKM dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam menggunakan layanan digital, merasa lebih nyaman berjualan secara luring dan tidak merasa aman dengan daring.

Oleh karena itu, Halimah menyarankan perlunya pendampingan secara berkelanjutan agar pengusaha UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan.

Namun untuk mencapai hal tersebut,k sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (Dinkop) perlu ditingkatkan. Selain itu, kerja sama dengan pihak swasta juga dapat membantu mempercepat proses digitalisasi ini dapat menjangkau lebih banyak lagi UMKM.

Sebelumnya terkait digitalisasi UMKM, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mengoptimalkan program kerja sama dengan para inkubator wirausaha terpilih guna mendampingi koperasi maupun pelaku usaha pemula atau startup potensial di Indonesia.

Kepala Divisi Perencanaan LPDB-KUMKM Andika Sunandar mengatakan, pada 2021 program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM akan fokus kepada digitalisasi sistem proses inkubasi melalui platform Room for Incubation Development Over Internet (RIDI).

"Kami fokus untuk melakukan proses inkubasi secara digital, jadi menggunakan aplikasi RIDI, platform RIDI ini nantinya digunakan oleh inkubator untuk melakukan inkubasi sehingga seluruh proses nantinya akan termonitor oleh aplikasi," jelasnya.

Dengan menggunakan platform digital RIDI, kata dia, nantinya semua konten atau materi pelatihan inkubasi akan seluruhnya menggunakan sistem tersebut. Hal itu mulai dari rekrutmen tenant, pembelajaran secara online, hingga proses bisnis pitching menggunakan platform RIDI yang sudah terintegrasi.

Untuk saat ini, dalam mendukung kinerja inkubator wirausaha, LPDB-KUMKM juga tengah menyiapkan materi pelatihan secara digital berupa audio visual yakni Podcast. “Hal ini dilakukan agar memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran di tengah pandemi,” tutupnya.

Tagar. #digitalisasi UMKM #UMKM #reformasi digital #UMKM Online #ekonomi digital

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 09 Desember 2021, 19:55 WIB

Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital

Kekerasan seksual berbasis digital kian sering terjadi akhir-akhir ini.

selengkapnya
Draf RUU TPKS Juga Mengatur Kekerasan Seksual Berbasis Digital