×
Senin, 26 Oktober 2020
loading content

Dana PEN Belum Bisa Dorong Pertumbuhan Kredit

Senin, 28 September 2020, 15:08 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Dana PEN Belum Bisa Dorong Pertumbuhan Kredit

Ilisutrasi Kredit (Foto: Akurat.co).

Infoanggaran.com, Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) Rp30 triliun melalui kredit belum bisa mendorong pertumbuhan kredit. Pasalnya, penyaluran kredit tersebut belum bisa menutupi penurunan pertumbuhan kredit.

“Realisasi penyaluran kredit hingga 14 September 2020 sebanyak Rp119,84 triliun atau 99,09 persen dari target,” ujar Wimboh, Senin (28/9/2020). Pengucuran anggaran PEN melalui skema kredit dilaksanakan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Selain ke bank BUMN, penempatan uang negara juga dilakukan oleh tujuh Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp11,5 triliun dan rencana penyaluran leverage dua kali atau senilai Rp23 triliun.

Hingga 16 September 2020, realisasi penyaluran baru mencapai Rp7,74 triliun.

Terkait hal itu, kata Wimboh, pemerintah juga akan melibatkan bank swasta dan bank daerah. “Pemerintah juga akan menempatkan dana ketiga bank syariah dan empat BPD yang saat ini masih dalam proses,” ucapnya.

Adapun fungsi intermediasi industri perbankan pada Agustus 2020 tercatat masih mampu tumbuh positif sebesar 1,04 persen year on year (yoy). Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,64 persen yoy, didorong oleh pertumbuhan DPK BUKU 4 sebesar 15,37 persen yoy.

Menurut Wimboh, saat ini OJK telah mendorong daerah-daerah yang melakukan aktivitas ekonomi agar cepat bertumbuh. Saat ini penyaluran kredit melalui BPD menjadi fokus terutama pada daerah yang menjadi zona hijau.

"BPD masih perlu waktu, Himbara sudah leverage hampir Rp120 triliun, tetapi ini belum bisa meng-cover penurunan yang terjadi. Jadi, kita harus kerja keras sampai Desember 2020 agar kredit bisa kejar tinggi dan pengusaha bisa melakukan kegiatan lagi," ucapnya.

 

UMKM

Lebih lanjut, bos OJK itu mengakui hingga saat ini UMKM masih menjadi primadona di daerah untuk mengerek pertumbuhan kredit. Hal ini ditandai pertumbuhan kredit BPD tumbuh konsisten secara tahunan maupun apabila dibandingkan dengan posisi akhir tahun.

“Mayoritas wilayah Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif, antara lain karena peran BPD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi cukup optimal,” ucapnya.

Wimboh menyebut, saat ini korporasi belum mampu bertumbuh karena berorientasi pasar ekspor.

Untuk itu, OJK pun telah memikirkan langkah untuk menciptakan kredit korporasi pada pasar domestik. "Pertumbuhan korporasi masih belum kelihatan tumbuh baik meski sudah memanfaatkan stimulus pemerintah," tegasnya.

Tagar. #pemulihan ekonomi nasional #OJK #otoritas jasa keuangan #kredit rakyat #himbara #bank bumn

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 23 Oktober 2020, 15:31 WIB

Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran

Realisasi anggaran Kemensos mencapai sebesar Rp112,6 triliun atau 84 persen dari total pagu Rp134 triliun.

selengkapnya
Realisasi Capai 84 Persen, Komisi VIII Yakin Belanja Kemensos Tepat Sasaran
Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN

Jumat, 23 Oktober 2020, 12:22 WIB

Bamsoet Minta Menkeu Jelaskan Pemanfaatan ULN