×
×
Kamis, 18 Agustus 2022
OBS 2019
loading content

Cegah Covid-19 Omicron, Puan Maharani Minta Perketat Aturan Karantina

Senin, 29 November 2021, 16:27 WIB
Penulis: Romauli Lubis
Editor: Jimmy Radjah

Cegah Covid-19 Omicron, Puan Maharani Minta Perketat Aturan Karantina

Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron B.1.1.529. (Sumber foto: kompas.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Untuk menangkal penyebaran virus Covid-19 varian Omicron, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap aturan karantina di Indonesia.

Puan mengingatkan, aturan karantina tidak boleh hanya baik di atas kertas, tapi harus sampai ke pelaksanaannya.

“Pengawasan ekstra sangat diperlukan untuk menghindari imported case. Kita tidak ingin kondisi Indonesia yang sudah membaik, kembali memburuk akibat kurangnya mitigasi,” kata Puan, Senin (29/11/2021).

Pengawasan ketat aturan karantina ini harus berlaku untuk pelaku perjalanan dari luar negeri, mengingat case Omicron sudah terjadi di sejumlah negara di luar Afrika. Pengetatan karantina juga berlaku untuk semua suspect sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masuknya varian baru Corona di Indonesia. 

Varian B.1.1529 Omicron pertama kali ditemukan di Botswana, Afrika Selatan, namun kini  sejumlah negara  Afrika dan Hong Kong mulai melaporkan temuan kasus varian ini.

Oleh sebab itu, Puan mendukung kebijakan pemerintah yang menutup pintu sementara bagi WNA yang mempunyai riwayat perjalanan dari negara-negara tersebut, dan menambah durasi karantina bagi WNA dari luar negara tersebut dan juga WNI yang ingin kembali ke Tanah Air.

“Respons cepat pemerintah dari berbagai elemen masyarakat harus diimbangi dengan pengawasan ketat di berbagai pintu-pintu masuk ke Indonesia. Baik perbatasan darat, pelabuhan laut, dan bandara,” tegas Puan.

Virus Covid-19 varian Omicron disebut memiliki tingkat tranmisi (penularan) yang lebih cepat, kemudian mempengaruhi tingkat keparahan, dan punya kemampuan mengelabui daya tahan tubuh atau imun sehingga tidak terdeteksi. Meskipun begitu, Puan meminta masyarakat tidak panik.

“Yang paling penting selalu terapkan protokol kesehatan. Tidak perlu takut selama kita tidak kendor prokes. Dan untuk warga yang belum divaksin, sesegera mungkin lakukan vaksinasi agar tidak mudah terpapar virus,” ujarnya.

Di bagian lain, Puan menilai percepatan program vaksinasi di Indonesia mutlak dilakukan. Dia juga menekankan pentingnya pemerataan vaksin Covid-19 secara global, seperti yang telah ia sampaikan dalam sejumlah forum internasional. 

Apalagi kemunculan varian Omicron disebut karena kurangnya vaksinasi di Afrika sehingga akhirnya muncul mutasi virus Corona.

“Pemerataan vaksin harus menjadi perhatian dunia karena Omicron yang masuk dalam varian of concern ini bisa jadi merupakan dampak dari kurang meratanya vaksinasi secara global,” tutur Puan.

 

Tutup Pintu Masuk

Seiring seruan Puan Maharani, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional.

Berdasarkan SE itu, pemerintah menutup sementara pintu masuk ke Indonesia. Selain itu, pemerintah menangguhkan pemberian visa kepada warga negara asing (WNA) dengan riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong.

Namun beleid ini tidak berlaku kepada pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan, masuk dengan skema Travel Corridor Arragement, dan delegasi negara anggota G20.

“Daftar negara ini dapat ditambah jika ada konfirmasi transmisi lokal di negara lainnya. Sebagai tindak lanjut, ketentuan ini akan diberlakukan dalam 1x24 jam ke depan,” ujar Wiku. 

Sementara untuk WNI yang baru melakukan perjalanan ke negara-negara di atas dalam 14 hari terakhir, mereka tetap diizinkan untuk kembali ke Indonesia namun wajib menjalani karantina selama 14 hari. Sedangkan untuk WNA dan WNI dari negara lain yang tidak disebutkan di atas wajib melakukan penyesuaian durasi karantina menjadi 7x24 jam.

Penambahan durasi karantina dari yang sebelumnya hanya tiga atau lima hari tergantung status vaksinasinya bertujuan untuk mencegah potensi lonjakan kasus akibat varian ini. Selain karantina, syarat skrining juga wajib untuk pelaku perjalanan internasional seperti sertifikat vaksin, hasil negatif Covid-19, dan visa/berkas imigrasi pendukung lainnya) dan upaya testing ulang.

Ada tiga konfirmasi test yakni entry test seketika saat kedatangan dan exit test sesuai durasi karantina, yaitu pada hari ke-6 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 7 x 24 jam; atau pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14 x 24 jam.

  

Tagar. #Puan Maharani #Karantina Covid-19 #covid-19

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 25 Mei 2022, 17:31 WIB

Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya

Pencairan ini sangat krusial lantaran tahapan pendaftaran partai dan verifikasi partai akan mulai pada Agustus dan Desember.

selengkapnya
Anggaran Pemilu Belum Cair Seluruhnya