×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Calon Hakim Agung Ini Dukung KPK Kurangi OTT

Rabu, 04 Agustus 2021, 13:54 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Calon Hakim Agung Ini Dukung KPK Kurangi OTT

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Infoanggaran.com, Jakarta  Calon Hakim Agung (CHA) 2021 Adly mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengurangi Operasi Tangkap Tangan atau OTT.

Adly menilai strategi pengurangan OTT bisa mewujudkan target Ease of Doing Business (EoDB) atau Indeks Kemudahan Berbisnis yang hendak dicapai pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Daripada melakukan OTT, Adly lebih menekankan pada upaya pencegahan terjadinya korupsi.

"Pertama, pencegahan tindak pidana korupsi harus selalu rutin dilaksanakan. Pencegahan ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi hukum," jawab Adly dalam seleksi wawancara terbuka CHA, Rabu (4/8/2021).

Adly memaparkan, pencegahan bisa dimulai dengan memberikan edukasi pencegahan tindak pidana korupsi (tipikor) secara rutin dan berjenjang kepada aparat pemerintahan di seluruh tingkatan. Sebab, masih banyak kepala daerah yang belum terdedukasi dengan baik.

"Untuk perkara di daerah, kecuali mungkin di kota-kota besar, yang diadili itu kepala sekolah, kepala desa, aparat desa. Ini hal yang naik ke pengadilan. Sementara dia sendiri tidak mengerti apa itu korupsi, bagaimana melaksanakan dana desa ini," ujarnya.

Kemudian ketika ditanya bagaimana strategi pencegahan tindak pidana korupsi dengan konsep EoDB atau Indeks Kemudahan Berbisnis yang menjadi target Presiden Jokowi dalam skala nasional, Adly tetap mengatakan bahwa KPK harus lebih fokus pada upaya pencegahan korupsi.

"Dengan strategi yang diterapkan itu, makanya ini pendapat saya. Bahwa ada perubahan di KPK yang semula mereka pemberantasan dengan OTT ini mereka kurangi, tapi ke arahnya ke pencegahan, pencegahan dari tindak pidana korupsi," jawab Adly.

"Kalau orang sering ditangkap, kepala daerah, menteri ditangkap akan diberikan dampak investasi ke Indonesia," imbuhnya.

Saat ini Komisi Yudisial (KY) sedang menggelar seleksi kepada Calon Hakim Agung. Proses wawancara terbuka dilaksanakan hingga Sabtu (7/8/2021) mendatang.

Tahapan ini diikuti oleh 24 peserta calon calon hakim agung yang terbagi dalam kamar pidana, perdata, dan militer.

Sebelum tahapan wawancara, 24 peserta calon hakim agung itu sudah dinyatakan lolos seleksi kesehatan serta assesmen kepribadian dan rekam jejak.

Terdapat 15 peserta yang lolos tahap tiga kamar pidana, yakni Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Adly, Artha Theresia Silalahi, Aviantara, Catur Irianto, Dwiarso Budia Santiarto, Eddy Parulian Siregar, Hermansyah, Hery Supriyono, Jupriyadi, Prim Haryadi, Subiharta, Suharto, Suradi, dan Yohanes Priyana.

Sedangkan untuk kamar perdata, enam peserta yang dinyatakan lolos adalah Berlian Napitupulu, Ennid Hasanuddin, Fauzan, Haswandi, Mochammad Hatta, dan Raden Murjiyanto.

Di Kamar Militer, tiga CHA yang masih melaju adalah Brigadir Jenderal TNI Slamet Sarwo Edy, Brigjen TNI Tama Ulinta Boru Tarigan, dan Brigjen TNI Tiarsen Buaton.

Tagar. #KPK #program pencegahan korupsi #OTT KPK #Calon Hakim Agung #Korupsi

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19