×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

BPS: Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Ini Faktornya

Kamis, 05 Agustus 2021, 14:21 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

BPS: Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Ini Faktornya

Ilustrasi. (liputan6.com).

Infoanggaran.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 mencapai 7,07 persen. Angka pertumbuhan positif ini menjadi yang pertama kali setelah empat kuartal sebelumnya selalu mencatat kontraksi akibat pandemi Covid-19.

Secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama semester I 2021 mencapai 3,1 persen, di mana pada kuartal I mengalami kontraksi 0,74 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah yang terus mengakselerasi program vaksinasi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan mobilitas. 

Menurut Margo, pertumbuhan ekonomi hingga 7,07 persen pada kuarta II 2021 juga dipengaruhi oleh perbaikan ekonomi global, terutama beberapa negara yang menjadi mitra dagang Indonesia seperti China yang tumbuh 7,9 persen, dan Singapura 14,3 persen.

"Pulihnya ekonomi pada negara yang menjadi mitra dagang kita itu mendorong permintaan luar negeri. Jadi, ekspor kita meningkat," ujar Margo dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Dia membeberkan, kinerja ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 10,36 persen dari kuartal I 2021. Bahkan kinerja ekspor pada kuartal II 2021 ini tumbuh hingga 55,89 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

"Peran ekspor menjadi sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuh dia.

Sementara kinerja impor pada kuartal II 2021 juga meningkat 9,88 persen dari kuartal I 2021. Jika dibandingkan dengan kuartal II tahun lalu, kinerja impor mengalami meningkat 50,12 persen.

 

Lima Sektor

Margo melanjutkan, ada lima sektor usaha yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2021, bahkan memberikan kontribusi hingga 64,85 persen produk domestik bruto (PDB).

Pertumbuhan ke-5 sektor tersebut adalah sektor industri sebesar 6,58 persen, pertanian 0,38 persen, perdagangan 9,44 persen, konstruksi 4,42 persen, dan pertambangan 5,22 persen. 

“Artinya pergerakan ekonomi pada sektor-sektor ini lah yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” terang Margo.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai 0,38 persen, contohnya. Marge mengatakan, pertumbuhan sektor ini tidak lepas akibat meningkatnya produksi perikanan budidaya dan produksi tangkap pada kuartal II 2021.

Selain itu, juga dipengaruhi meningkatnya peternakan unggas seiring tingginya permintaan. Demikian pula tanaman hortikultura turut menyumbang pertumbuhan sektor pertanian lantaran meningkatnya permintaan komoditas sayuran dan buah-buahan. 

Contoh lainnya di sektor perdagangan. Menurut Margo, sektor yang mengalami pertumbuhan hingga 9,44 persen ini lantaran adanya peningkatan perdagangan mobil, serta sepeda motor dan reparasinya seiring program relaksasi PPnBM. 

Bahkan, secara umum seluruh sektor lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif selama kuartal II 2021 yang didominasi oleh transportasi dan pergudangan.

“Lapangan usaha tumbuh positif ini sejalan dengan perbaikan mobilitas masyarakat yang meningkatkan secara langsung sektor-sektor yang terkait dengan aktivitas masyarakat ini,” imbuh Margo.

Tagar. #pertumbuhan ekonomi #pemulihan ekonomi nasional #BPS #pertumbuhan ekonomi 2021

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19