×
×
Selasa, 18 Januari 2022
OBS 2019
loading content

Biayai Proyek Infrastruktur, Pemerintah Tarik Utang Rp175 Triliun Lewat SBSN Sejak 2013

Jumat, 07 Januari 2022, 16:32 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Biayai Proyek Infrastruktur, Pemerintah Tarik Utang Rp175 Triliun Lewat SBSN Sejak 2013

surat berharga syariah negara. (Foto: pasardana.id)

Infoanggaran.com, Jakarta - Pemerintah telah menarik utang lewat surat berharga syariah negara (SBSN) sebesar Rp175,38 triliun sejak 2013. Penerbitan sukuk negara ini digunakan untuk membiyai lebih dari 4 ribu proyek infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Alokasi terbesar dari SBSN digunakan untuk proyek pembangunan infrastruktur transportasi, jalan-jembatan, dan sumber daya air yang jumlahnya mencapai Rp144,26 triliun (82,25 persen)," tulis siaran pers Kementerian Keuangan, dikutip pada Jumat (7/1/2022).

Salah satunya, pembangunan jembatan Pulau Balang, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang diresmikan beberapa waktu lalu. Pembiayaan SBSN untuk proyek multi year contract selama 2015-2021 mencapai Rp1,43 triliun.

Kemenkeu menyampaikan, SBSN sudah bertransformasi dan berkembang menjadi instrumen fiskal yang strategis dan inovatif. Terlebih, penerbitan utang syariah ini dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan APBN untuk percepatan pembangunan.

Bahkan, lanjut Kemenkeu, proyek yang dibiayai SBSN terbukti mampu berkontribusi secara positif terhadap pembangunan nasional dan mendukung upaya pemerintah untuk melakukan pemulihan perekonomian melalui belanja infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur melalui SBSN tersebut, diharapkan dapat menjadi jump starter bagi pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui peningkatan konektivitas dan produktivitas perekonomian serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara umum," terang Kemenkeu.

Secara umum, perkembangan SBSN sebagai salah satu sumber dana APBN sudah cukup menggembirakan. Bahkan, di situasi pandemi Covid-19, realisasi pembiayaan proyek melalui SBSN tahun 2021 dinilai masih cukup baik yaitu sebesar 85,52 persen.

Dengan melihat kinerja dan fungsi strategis SBSN selama ini, Kemenkeu optimistis bahwa SBSN ke depan dapat menjadi salah satu pilar utama instrumen APBN untuk pembangunan nasional.

Tagar. #utang pemerintah #kemenkeu #SBSN

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Senin, 17 Januari 2022, 17:00 WIB

ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun

Capaian tersebut sebesar 134 persen dari target Rp1,43 triliun.

selengkapnya
ESDM Kantongi PNBP Panas Bumi Rp1,92 Triliun
Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen