×
×
Sabtu, 23 Oktober 2021
OBS 2019
loading content

Bappenas: Covid-19 Kembalikan Indonesia ke Lower Middle Income Country

Selasa, 29 Juni 2021, 15:00 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Bappenas: Covid-19 Kembalikan Indonesia ke Lower Middle Income Country

Ilustrasi. (emitennews.com)

Infoanggaran.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 menyebabkan Indonesia berada di level lower middle income country atau negara dengan pendapatan menengah rendah. Padahal, Indonesia sempat pada level upper middle income country atau negara dengan pendapatan menengah atas pada 2019 lalu dengan pendapatan per kapita mencapai 4.100 dolar AS.

Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan, pandemi memberikan tekanan terhadap ekonomi Indonesia di mana pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan mengalami kontraksi 2,07 persen, sehingga kembali turun ke level lower middle income.

Kondisi tersebut membuat Indonesia mau tidak mau melakukan percepatan pemulihan sektor Industri meningkatkan perekonomian nasional. "Peningkatan sektor ekonomi melalui peran industri yang krusial diharapkan membuat kita keluar dari middle income trap," terang Suharso saat saat menjadi pembicara kunci dalam Indonesia Development Forum, Selasa (29/6/2021).

Suharso yang juga Ketua Umum PPP mengatakan, saat ini pemerintah harus meningkatkan trajectory ekonomi yang signifikan di masa pandemi. Tujuannya, kata dia, agar dapat keluar dari tekanan middle income trap dalam rangka kita mencapai visi Indonesia 2045. 

 

Fokus ke Industri

Terkait hal itu, Suharso mengatakan, saat ini pemerintah bakal fokus terhadap pembangunan industri nasional, terutama industri yang memiliki daya ungkit penyerapan tenaga kerja dan multiplier effect yang tinggi.

"Strategi industrialisasi ke depan diharapkan dapat mendorong respons dan adaptasi industri yang lebih baik terhadap tantangan dan peluang pascapandemi," imbuh Suharso.

Berdasarkan fokus tersebut, pemerintah memetakan beberapa industri yang layak untuk didorong lebih pada era pandemi, misalnya pengembangan inovasi di industri farmasi dan alat kesehatan.

Lalu industri yang membutuhkan otomatisasi dan digitalisasi dan industri yang sejalan dengan tren ekonomi hijau.

Selain itu, industri pengolahan yang punya peran besar pada rantai pasok juga perlu didorong. "Dengan kontribusi sebesar 19,9 persen terhadap perekonomian nasional, sektor industri pengolahan menjadi kunci bagi peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Suharso.

Suharso berharap fokus pembangunan industri di era pandemi dapat membantu Indonesia untuk keluar dari jebakan middle income trap, di saat bersamaan bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Kami berharap langkah ini meneguhkan tekad kita untuk mewujudkan visi transformasi sosial ekonomi menuju negara dengan tingkat pendapatan tinggi,” pungkas Suharso.

Tagar. #middle income country #pemulihan ekonomi nasional #bappenas #covid-19

Artikel Lainnya

Jumat, 22 Oktober 2021, 14:42 WIB

ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim

Substansi RKUHP masih berpotensi menghadirkan overkriminalisasi dengan adanya sejumlah pasal karet.

selengkapnya
ICJR: Reformasi Peradilan Pidana Stagnan, Respons Pemerintah Minim
Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN

Kamis, 21 Oktober 2021, 16:28 WIB

Proyek Kereta Cepat Tidak Boleh Pakai SiLPA APBN
Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'

Selasa, 19 Oktober 2021, 19:56 WIB

Hadapi Ancaman Katastropik, APBN Bisa 'Lumpuh'
DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021, 11:24 WIB

DBH-DAU Tak Lagi Wajib Dialokasikan untuk Covid-19