×
Kamis, 24 September 2020
loading content

Anggaran Pengadaan Vaksin 2021 Harus Ditambah

Jumat, 11 September 2020, 15:51 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Anggaran Pengadaan Vaksin 2021 Harus Ditambah

Ilustrasi (tirto.id)

Infoanggaran.com, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) meminta pemerintah menambah alokasi anggaran pengadaan vaksin Covid-19 pada 2021.

“2021 memang perlu dialokasikan anggaran ekstra untuk pengadaan vaksin Covid-19,” ujar peneliti INDEF Satrio Nugroho dalam sebuah webinar, Kamis (11/9/2020).

Dalam RAPBN 2021, mengacu paparan Satrio, alokasi pengadaan vaksin sebesar Rp18 triliun atau setara 72 persen dari anggaran program pemulihan ekonomi (PEN) di bidang kesehatan yang sebesar Rp25 triliun.

Dibandingkan dengan total anggaran PEN yang mencapai Rp356,5 triliun atau setara 34,6 persen dari total belanja kementerian/lembaga sebesar Rp1.029,8 triliun, alokasi pengadaan vaksin hanya 5 persen.

Satrio mengatakan, jumlah anggaran Rp18 triliun relatif kecil jika dibandingkan dengan sejumlah negara. Jepang, misalnya, mengalokasikan anggaran pengadaan vaksi Covid-19 sebesar Rp94,1 triliun atau lima kali lipat dari Indonesia.

Anggaran pengadaan vaksin di Amerika Serikat mencapai Rp134,1 triliun atau lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan Indonesia. Sementara dana yang disiapkan Inggris jauh lebih besar lagi, anggarannya mencapai Rp381,1 triliun.

 

Tidak Cukup

Jika pemerintah keukeuh tak menambah alokasi anggaran pengadaan vaksin, Satrio meyakini dana sebesar Rp18 triliun tidak akan mencukupi kebutuhan vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19.

Dia lalu memaparkan hasil perhitungan kebutuhan anggaran pengadaan vaksin. Perhitungan ini dilakukan dengan mengukur kebutuhan vaksinasi dan harga vaksi yang diperkirakan akan tersedia di Indonesia dalam waktu dekat.

Vaksin sinovac, misalnya. Menurut Kementerian BUMN, kata Satrio, harga vaksin yang bekerja sama dengan Bio Farma ini harganya diperkirkan 25-30 dolar AS.

Jika menggunakan vaksin sinopav, untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi bagi 70 persen penduduk Indonesia atau 176 juta saja dengan jumlah 352 dosis, anggarannya bisa mencapai Rp130,2 triliun (kurs Rp14.800).

Dengan kata lain, alokasi pengadaan vaksin pada 2021 baru memenuhi 13,8 persen dari kebutuhan pembelian vaksin sinopac sebanyak 352 dosis.

Jangankan menggunakan Sinopac, vaksinasi dilakukan dengan menggunakan vaksin Merah Putih yang lebih murah saja dengan harga 5 dolar AS, duit Rp18 triliun tidak cukup.

Kebutahan anggaran untuk vaksinasi bagi 70 persen penduduk dengan menggunakan vaksis Merah Putih, kata Satrio, bisa mencapai Rp25,7 triliun.

“Pengadaan vaksin hanya Rp18 triliun. Itu tidak cukup,” pungkas Satrio.

Tagar. #rapbn 2021 #vaksin corona #Indef

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Kamis, 24 September 2020, 15:04 WIB

Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun

Kenaikan utang itu disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

selengkapnya
Per Agustus 2020, Utang Pemerintah Rp5.594 Triliun
Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar

Rabu, 23 September 2020, 15:43 WIB

Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar