×
×
Selasa, 24 Mei 2022
OBS 2019
loading content

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Senin, 17 Januari 2022, 15:00 WIB
Penulis: Maryono
Editor: Jimmy Radjah

Anggaran PEN 2022 Turun 39 Persen

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto. (Youtube Sekretariat Presiden)

Infoanggaran.com, Jakarta - Anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada 2022 mengalami penurunan sebesar 39 persen dibandingkan 2021 menjadi Rp451 triliun. Tahun sebelumnya, anggaran PEN mencapai Rp744,1 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam konferensi pers terkait hasil rapat terbatas evaluasi PPKM bersama Presiden Jokowi, Minggu (16/1/2022).

Airlangga mengatakan, anggaran PEN pada tahun ini akan dialokasikan untuk tiga klaster utama. "Yaitu untuk kesehatan, perlindungan sosial, dan insentif fiskal untuk beberapa sektor untuk UMKM maupun korporasi," jelas dia.

Airlangga membeberkan, pemerintah bakal memperluas bantuan sosial tunai bagi pedagang kaki lima (PKL), warung, dan nelayan. Jumlah penerima bantuan ditargetkan mencapai 2,76 juta orang.

Penyaluaran bantuan tersebut akan dilaksanakan pada kuartal I 2022 atau frontloading. Masing-masing penerima bantuan akan mengantongi Rp600 ribu.

“Pak Presiden juga setuju bahwa untuk perlindungan sosial akan dilakukan frontloading," jelas Ketum Golkar itu.

Terkait insentif fiskal, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah sepakat memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) untuk otomotif.

Mobil dengan harga jual di bawah Rp200 juta atau Low Cost Green Car (LCGC) dikenakan PPnBM sebesar 3 persen, dan pemerintah akan menanggung seluruh PPnBM tersebut pada kuartal I 2022.

Kemudian, pemerintah juga akan menanggung separuh PPnBM produk otomotif seharga Rp200 juta sampai Rp250 juta hingga kuartal I 2022.

Di samping PPnBM, pemerintah juga menyetujui perpanjangan insentif fiskal properti atau Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sampai Juni 2022.

Menurut Airlangga, rumah susun dan rumah tapak dengan nilai hingga Rp2 miliar bakal diberikan insentif PPN DTP sebesar 50 persen dan diperhitungkan sejak awal kontrak.

"Kemudian, 25 persen PPN DTP (rumah tapak) untuk harga jual Rp2 miliar sampai dengan Rp5 miliar," pungkas Airlangga.

Tagar. #airlangga hartarto #pemulihan ekonomi nasional #anggaran pen

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Jumat, 20 Mei 2022, 22:16 WIB

Puan Minta RAPBN 2023 Tetap Alokasikan Dana untuk Warga Miskin

Hingga saat ini masih banyak rakyat kecil yang membutuhkan bantuan pemerintah.

selengkapnya
Puan Minta RAPBN 2023 Tetap Alokasikan Dana untuk Warga Miskin