×
Kamis, 24 September 2020
loading content

Anggaran 30 Juta Vaksin Covid-19 Bisa Mencapai Rp2000 Triliun

Selasa, 01 September 2020, 16:29 WIB
Penulis: Yenglis Dongche
Editor: Jimmy Radjah

Anggaran 30 Juta Vaksin Covid-19 Bisa Mencapai Rp2000 Triliun

Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Presiden)

Infoanggaran.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah Indonesia tengah menyiapkan pengadaan 20-30 juta vaksin Covid-19 dalam bentuk barang jadi pada akhir 2020.

"Sudah dapat komitmen sekitar 20 hingga 30 juta vaksin pada akhir tahun," kata Jokowi, Selasa (1/9/2020).

Selain itu, Jokowi membeberkan pemerintah juga merencanakan pengadaan  290 juta vaksin hingga akhir 2021. “Banyak negara tengah berebutan untuk mendapatkan vaksin,” tutur Jokowi.

Untuk itu, pemerintah sedang berupaya untuk melakukan percepatan pengujian dan pengadaan vaksin Covid-19 guna menekan penyebaran virus Covid-19.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan 30 juta vaksin yang direncanakan akan tersedia sudah bisa langsung digunakan pada akhir 2020.

“Rencananya, 0 juta vaksin virus corona akan tersedia untuk 15 juta rakyat Indonesia pada akhir tahun,” jelas Airlangga.

Selain mengupayakan pembelian vaksin, pemerintah juga sedang mengembangkan vaksin merah putih melalui Kementerian Riset dan Teknologi bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

“Hingga saat ini, vaksin merah putih dalam tahap benih vaksin dan prosesnya mencapai 30 sampai 40 persen,” tutur Jokowi.

Bila sesuai rencana, vaksin merah putih akan masuk dalam tahap uji klinis awal 2021 mendatang dan ditargetkan siap produksi pada pertengahan 2021.

 

Harga Masih Perkiraan

Lantaran belum ada harga pasti, beberapa pihak memperkirakan harga vaksin corona yang akan disediakan oleh pemerintah.

Airlangga menyatakan, pemerintah akan menetapkan harga vaksin di rentang USD 5-USD 10 atau setara dengan Rp73.500-Rp147.700 (kurs Rp14.700 per USD) per dosisnya. "Vaksin ini akan ditetapkan sebagai barang publik," jelasnya.

Jika dikalkulasikan dari harga terendah, yakni USD 5 dikali 30 juta vaksin, maka pemerintah harus menyediakan setidaknya Rp2.185,5 triliun untuk menyedaiakan vaksin Covid-19 hingga akhir 2020.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir membocorkan perkiraan harga tertinggi vaksin yang mungkin akan dikenakan mencapai USD 25-USD 30 per dua dosis atau setara Rp367.500-Rp441.000.

Dia menjelaskan, harga vaksin ini tak jauh berbeda dengan vaksin lainnya yang beredar di pasaran dunia. Misalnya, vaksin yang diproduksi oleh Moderna yang dibanderol dengan harga USD 30-USD 40 per dua dosis. Lalu ada juga vaksin dari Johnson & Johnson dengan harga yang sama, yakni USD 25-USD 30 per dua dosis vaksin.

“Meski begitu, perusahaan dan pemerintah akan mengusahakan harga terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan tidak semua masyarakat akan mendapatkan vaksin secara gratis. Bagi masyarakat mampu akan melakukan vaksinasi dengan dana sendiri. Sedangkan mereka yang ditanggung BPJS Kesehatan akan digratiskan.

“Berdasarkan perhitungan awal, vaksin akan dihargai berkisar antara Rp365.000-Rp438.000,” jelas Erick.

 

Realokasi Anggaran Kesehatan

Untuk diketahui, pada 26 Agustus 2020, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melakukan realokasi  tambahan anggaran kesehatan sebesar Rp14,82 triliun.

Anggaran kesehatan yang awalnya sebesar Rp87,55 triliun akan direalokasi untuk pemulihan ekonomi nasional. “Dengan demikian, besaran anggaran kesehatan menjadi sebesar Rp72,73 triliun,” kata Airlangga.

Dari total anggaran kesehatan sebesar Rp87,55 triliun tersebut, baru terealisasi Rp7,36 triliun.

Rinciannya, insentif tenaga kesehatan pusat dan daerah sudah direalisasikan Rp1,86 triliun. Kemudian untuk santunan kematian tenaga kesehatan yang meninggal Rp21,6 miliar.

Selanjutnya, anggaran untuk gugus tugas Covid-19 Rp3,22 triliun dan insentif bea masuk serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk alat serta produk kesehatan Rp2,26 triliun.

Tagar. #airlangga hartarto #pemulihan ekonomi nasional #vaksin corona #joko widodo #harga vaksin corona

Berita Terkait
Artikel Lainnya

Rabu, 23 September 2020, 15:43 WIB

Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar

Pagu anggaran Kemenag pada 2021 Rp66,96 triliun atau naik Rp287,8 miliar dari pagu indikatif dalam RAPBN 2021.

selengkapnya
Anggaran Kemenag 2021 Naik Rp287,8 Miliar