×
Sabtu, 19 September 2020
loading content

Mangrove Bisa Hasilkan Duit dan Wisata

Rabu, 22 Juli 2020, 15:24 WIB
Penulis: Yenglis Dongche INFO ANGGARAN
Editor: Yenglis Dongche

 Mangrove Bisa Hasilkan Duit dan Wisata

Ilustrasi (Foto: Republika)

Infoanggaran.com, Jakarta – Pengembangan pesisir di Indonesia belum optimal. Padahal, mangrove di Indonesia bisa menghasilkan duit sekaligus pengembangan wisata.

Oleh sebab itu, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Dr Arif Havaz Oegroseno menyarankan agar tanaman mangrove bisa dikembangkan.  "Pemerintah bisa membuat kebijakan untuk mendukung,” kata Arif dalam webinar “Berdaya Dengan Mangrove: Aksi Cerdas Konservasi Keanekaragaman Hayati”, Selasa (21/7/2020).

 

Baca juga: Terlalu Banyak Pihak Kelola Borobudur

 

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Arif menyatakan komunitas pengembang mangrove atau bakau bisa berkoordinasi dengan pihaknya. Komunitas pengembang mangrove, kata Arif, bisa menginformasikan kepada pihaknya. Tujuannya agar bisa membantu pengembangan kawasan mangrove ke depan, termasuk untuk pembelian karbon.

Dengan demikian, konsep internasional domestik bisa tercapai.

Penerima KEHATI Award 2015 Azil Anwar menjelaskan, mangrove sangat menguntungkan dari segi ekonomi. “Kami mendapatkan manfaat langsung untuk perikanan seperti udang, ikan, dan kepiting, juga sebagai pakan ternak,” jelasnya.

 

Bangsa Bakau

Di bagian lain, Peneliti LIPI Dr Ary Keim menyatakan, mangrove sudah menjadi bagian peradaban Nusantara. Hal itu bisa dilihat dari ukiran di Candi Borobudur.

Penemuan budaya bakau ia yakini telah ada sejak era Sundaland, antara 25.000 hingga 11.000 tahun SM.

“Dan pelayaran mereka dilakukan menyusuri pantai ke pantai, bakau ke bakau, yang menjadi logistik, bahan makanan dan sumber air tawar,” jelasnya.

 

Baca juga: Indonesia Tawarkan Investasi 10 Destinasi Wisata kepada Australia

 

Hal itu membuktikan bahwa mangrove sudah lama menjadi bagian masyarakat pesisir Nusantara sejak abad ke-9.

Bakau, katanya lagi, pernah membesarkan dua kerajaan di Nusantara. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus melindungi bakau dan jangan sampai melupakan jati diri bangsa.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa bakau dan kita besar karena bakau. Hal ini harus ditanamkan pada generasi muda,” kata Ary.

 

Penulis: Yenglis D

Editor: Jimmy Radjah

Artikel Lainnya

Sabtu, 19 September 2020, 15:06 WIB

Dikritik Soal Anggaran Covid-19 2021, Ini Jawaban Stafsus Menkeu

Alokasi stimulus turun seiring telah tersedianya banyak sarana/prasarana kesehatan di 2020 yang tetap dapat digunakan di 2021.

selengkapnya
Dikritik Soal Anggaran Covid-19 2021, Ini Jawaban Stafsus Menkeu