Ilustrasi (Foto: Medcom.id

Oleh:  Yenglis Dongche   28-06-2020 12:30 WIB

Infoanggaran.com, Jakarta – Faktor utama dalam reformasi pembelajaran pada new normal era adalah penggunaan teknologi. Pandemi Covid-19 ini telah 'memaksa' sektor pendidikan melakukan transformasi dalam waktu singkat.

Kesimpulan ini mengemuka dalam diskusi virtual, “Reformasi Pendidikan Pasca-Pandemi,” yang dilaksakan oleh Purnomo Yusgiantoro Centre, Sabtu (27/6/2020).

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia periode 2011-2014, Prof Wiendu Nuryati mengatakan, fakor penting dalam reformasi pembelajaran adalah penggunaan daring.

“Untuk tingkat perguruan tinggi sedikit lebih mudah dalam melakukan pendidikan secara daring. Sistem daring ini bisa mengefektifkan waktu, misalnya dalam pendidikan tatap muka langsung diperlukan 16 minggu, sementara dalam pendidikan daring cukup dengan 10 bulan saja," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Wiendu, ada atau tidak ada pandemi, cepat atau lambat hari pendidikan akan menggunakan metode pembelajaran secara daring. Universitas Harvard, misalnya, sudah melakukan itu. "Jadi ini memang sudah eranya online, bukan hanya karena pandemi saja. Tidak mungkin kita mendidik generasi ini dengan cara-cara konvensional,” tegasnya.

Baca juga: PA GMNI: Sekolah Jadi Tempat Isolasi Covid-19 Bahayakan Anak Didik

Untuk itu, dia menyarangkan lima langkah yang dapat diambil dalam menghadapi new normal era.

Pertama, tata ruang. Rumah yang biasanya tempat bermain menjadi tempat belajar. Kedua tata boga, membiasakan makanan sehat. "Selanjutnya, tata busana, sekarang setiap ingin pergi kita akan membawa alat-alat yang mendukung gaya hidup sehat,” tegas Wiendu.

Langkah keempat adalah tata krama, tadinya selalu bersalaman setiap bertemu dan bersentuhan seperti berpelukan dan sebagainya. Kini, ekspresi itu akan berubah. Terakhir, tata rasa, puncaknya lebih kepada hubungan spiritual dan semakin bersyukur.

Baca juga: Anggaran Kemenristek Dipangkas 94  Persen

Selain penggunaan teknologi, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang kerap disapa Kak Seto menyarankan agar orang tua dan guru harus melakukan inovasi dalam mengajar.

“Misalnya, dari zaman dulu anak-anak diajarkan menggambar pemandangan dengan gambar dua gunung, di tengah ada matahari dan kiri-kana sawah. Hal itu justru membatasi imajinasi anak-anak,” jelas kak Seto.

 

Pendidikan Karakter

Bicara soal pendidikan karakter, praktisi pendidikan Indonesia Prof Arief Rachman mengatakan, pendidikan bukan hasil, tapi usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana. Dalam melakukan pendidikan, suasana adalah yang terpenting.

“Fungsi pendidikan itu mencerdaskan kehidupan, bukan sekadar manusia. Dalam masa new normal, orang tua harus memberikan peran baru dalam mengingatkan anak dalam menjaga dirinya. Dan peran guru menjaga sistem nilai,” kata Arief.

Sementara kak Seto menyoroti dari sisi psikologis. Sebab, anak-anak adalah peniru yang baik. Mereka akan bertindak sesuai dengan contoh teladan yang dia lihat. "Pendidikan karakter sebaiknya dimulai sejak dini dan mulai dari rumah,” katanya.

Baca juga: Dana Renovasi Sekolah Lebih Kecil Dibanding Pengadaan Laptop

Senada, Psikolog Elizabeth T Santosa juga mengatakan bahwa anak-anak sebenarnya bisa juga mengalami stres akibat pandemi ini. Hanya saja mereka tidak tahu bagaimana cara mengatakan dan mengatasinya. Dampaknya, anak-anak menjadi marah-marah dan tantrum.

“Orang tua harus menyiapkan anak-anak untuk kembali ke sekolah dan mengarahkan anak-anak bisa bermain game yang mendidik. Kalau mereka kehilangan interaksi sosial dengan teman-temannya, maka orang tua akan membuatnya secara virtual,” jelas Elizabeth.

 

Penulis: Yenglis D

Editor: Jimmy Radjah









Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran



Info-Anggaran Berita

  26-06-2020 12:00 WIB

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Masih Positif




Info-Anggaran Berita

  25-06-2020 14:02 WIB

Pemerintah Harus Umumkan Penggunaan Anggaran Covid-19 Secara Berkala




Info-Anggaran Berita

  23-06-2020 14:00 WIB

Riset dan Teknologi Berkembang Akibat Pandemi Covid-19




Info-Anggaran Berita

  19-06-2020 12:00 WIB

43,8 Persen Masyarakat Tidak Yakin Kartu Prakerja Efektif




Info-Anggaran Berita

  18-06-2020 10:45 WIB

Postur APBN 2020 Bakal Alami Bongkar Pasang Lagi




Info-Anggaran Berita

  16-06-2020 18:00 WIB

Penerimaan Pajak, Impor dan Ekspor Anjlok Akibat Covid-19




Info-Anggaran Berita

  16-06-2020 15:00 WIB

APBN Kuartal II 2020 Defisit Rp179,6 Triliun







   TENTANG KAMI |   KARIER |  IKLAN | HUBUNGI KAMI |    DISCLAIMER



©2019 Info Anggaran. Hak cipta dilindungi Undang-undang.Kebijakan Privasi