Ilustrasi (Foto: Mnews)

Oleh:  Yenglis Dongche   16-06-2020 18:00 WIB

Infoanggaran.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, pemerimaan pajak, impor dan ekspor lesu pada kuartal II akibat pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan melalui konferensi pers Kemenkeu pada Selasa, 16 Juni 2020.

“Khusus penerimaan pajak, setoran tercatat Rp444,6 triliun atau merosot 10,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara penerimaan bea dan cukai terkumpul Rp81,7 triliun atau tumbuh 12,4 persen secara tahunan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

 

Baca juga: APBN Kuartal II 2020 Defisit Rp179,6 Triliun

 

Berikut adalah tabel realisasi penerimaan pajak berdasarkan jenisnya:

Selain pajak, PNBP juga mengalami kontraksi. Totalnya hanya terkumpul Rp136,9 triliun atau hanya mencapai 46 persen dari target Perpres 54/2020. Terjadi kontraksi 13,6 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Selain itu, impor barang konsumsi mengalami penurunan yang tajam, termasuk ekspor juga mengalami pelemahan,” jelas Sri.

 

Realisasi Belanja

Di sisi lain, Sri juga menjelaskan bahwa belanja negara tercatat sebesar Rp843,9 triliun atau 32,3 persen dari alokasi APBN 2020 perubahan yang berjumlah Rp2.613,8 triliun. Dengan realisasi tersebut, belanja negara hingga akhir Mei turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 1,4 persen.

Ia lantas merinci, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) telah terealisasi Rp270,4 triliun atau merosot 6,2 persen secara tahunan, Sementara, belanja non K/L naik 10,1 persen menjadi Rp267 triliun.

“Realisasi transfer ke daerah tercatat Rp306,6 triliun atau 40,2 persen dari alokasi. Secara tahunan, penyalurannya turun 5,7 persen,” kata Sri.

 

Baca juga: Anggaran PEN Bertambah, Defisit APBN Lebih dari Rp1000 Triliun

 

Namun, khusus penyaluran dana desa justru melonjak 41,3 persen menjadi Rp28,9 triliun. Hal ini tak lepas dari pemberian bantuan langsung tunai untuk meredam dampak pandemi.

Selain itu, Sri juga menjelaskan realisasi belanja pegawai mengalami penurunan karena THR dibayarkan tidak sebesar tahun lalu. Pemberian THR hanya sebesar gaji pokok dan khusus untuk pegawai di bawah eselon II. Berbagai tunjangan dan lembur juga tidak dibayarkan selama pelaksanaan work from home.

“Belanja barang hanya 58,8 persen dan paling turun untuk perjalanan dinas. Belanja barang dan jasa semua mengalami kontraksi,” jelas Sri.

Untuk lebih jelas, berikut ini tabel realisasi belanja pegawa K/L:

 

 

Penulis: Yenglis D

Editor: Jimmy Radjah









Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran



Info-Anggaran Berita

  26-06-2020 12:00 WIB

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Masih Positif




Info-Anggaran Berita

  25-06-2020 14:02 WIB

Pemerintah Harus Umumkan Penggunaan Anggaran Covid-19 Secara Berkala




Info-Anggaran Berita

  23-06-2020 14:00 WIB

Riset dan Teknologi Berkembang Akibat Pandemi Covid-19




Info-Anggaran Berita

  19-06-2020 12:00 WIB

43,8 Persen Masyarakat Tidak Yakin Kartu Prakerja Efektif




Info-Anggaran Berita

  18-06-2020 10:45 WIB

Postur APBN 2020 Bakal Alami Bongkar Pasang Lagi




Info-Anggaran Berita

  16-06-2020 18:00 WIB

Penerimaan Pajak, Impor dan Ekspor Anjlok Akibat Covid-19




Info-Anggaran Berita

  16-06-2020 15:00 WIB

APBN Kuartal II 2020 Defisit Rp179,6 Triliun







   TENTANG KAMI |   KARIER |  IKLAN | HUBUNGI KAMI |    DISCLAIMER



©2019 Info Anggaran. Hak cipta dilindungi Undang-undang.Kebijakan Privasi